RSS

Belajar dari fiksi / belajar dari ketiadaan



Sore itu Ibnu Khaldun berkata pada penulisnya, “ catatlah, bahwa aku tidak mengabaikan….

Sekarang kita dihadapkan pada fenomena novel Islami yang sering dibaca masyarakat luas. Seperti Ayat-Ayat cinta, KCB, semua Novel Tere Liye, dan sebagainya. Menarik untuk dikaji, bahwa kenapa novel lebih digemari oleh masyarakat dari pada bacaan ilmiah lainnya? Sama ketika kita mempertanyakan kenapa masyarakat indonesia sekarang lebih menyukai tontonan berbau lawakan, lucu, humoris dari pada menonton berita atau tayangan yang bersifai edukasi.
Setelah didiskusikan dengan seorang teman dekat, diambil kesimpulan bahwa selain masyarakat indonesia yang sekarang remaja ato para reader sedang galau lebay, juga di simpulkan bahwa novel atau fiksi itu bersifat happy ending, klise, dan biasanya tema novel itu berbau sama, kalo tidak cinta ya perjuangan hidup. Nah untuk sekarang, dalam kondisi masyarakat yang lagi galau, memang butuh akan hal itu.. galau dengan keterbatasan hidup dan galau dengan kemauan. Serta pelarian dan pengharapan atas kehidupan yang ideal atau relgius. (tapi sepertinya terlalu berlarut tentu tidak baik juga :)
Tau kah teman2 bahwa tokoh novel itu terbatas, misalnya kalo dari awal 4 tokoh ya sampai akhir itu tokohnya 4. Bahwa tokoh dalam novel itu semua sangat didramatisir  dan semua tokohnya punya karakter yang sudah melekat dan tidak bisa berubah.. contoh, karakter Lintang pada novel Laskar Pelangi atau karakter Thomas pada novel “negeri para Bedebah”. Diceritakan bahwa thomas dan lintang merupakan orang yang pintar, semangat, teguh pendirian, pekerja keras, cool dan lain sebagainya. Atau Harry Potter dengan karakter kesetia kawanan dan pantang menyerahnya. Sementara dalam kehidupan, semua individu itu saling terkait, jalan hidup antara aku kau dan dia atau siapalah itu selalu berkaitan.. tidak hanya 4 atau 5 orang saja,,bahkan sampai ribuan..makanya kita sering bilang “wah,,dunia itu memang kecil yaa.. “. Dan seringkali dalam kehidupan nyata kita tidak bisa mendefenisikan karakter seseorang itu seperti apa, kadang oportunis, mellow ga jelas ato sanguinis yang ga ketulungan.. makanya sering orang bilang, “ sesungguhnya manusia itu tidak punya karakter yang pasti”.. dalam kenyataan, karakter seseorang itu juga tidak bisa dibatasi seperti apa kan?! artinya apa yang di gambarkan di novel terlalu ideal dan fatamorgana.
Nah artinya lagi,, jika ada orang yang mengambil hikmah dari fiksi atau novel maka sebenarnya dia mengambil hikmah dari sebuah ketiadaan. Bagaimana tidak? kalo misalnya tokoh seperti lintang itu ada, sekarang dia sudah hebat dibanding habibie atau misalkan  thomas itu ada, sudah tidak ada lagi korupsi di negeri ini. Apalagi yang gila cerita fiksi hero seperti Spiderman, power ranger ato sylermoon..*contoh yang lain, cari sendiri ya..hehe
Jadi,,,fiksi yang tetap saja fiksi.. hanya bisa di praktekkan di dunia fiksi saja..
Wahh..jangan2 kehidupan yang kita jalani sekarang juga berdasarkan fiksi..hmhmhmhmhmhm….
soo,,solusinya baca “sejarah ato biografi”!
Kenapa sejarah?? Karena sejarah merupakan kisah nyata yang bisa kita pelajari. Hikmah hidup nyata yang bisa kita ambil hikmahnya,, semua yang digambarkan nyata. Baik itu tokoh ataupun kejadiannya..meski kadang sejarah itu banyak dipalsukan, tapi sering kali hanya sebagain kecil. Bagaimana seorang Dahlan Iskan menghadapi pahit hidup sampai tidak makan berhari hari dan menjadi seperti sekrang ini, bagaimana seorang Ali bin Abi Thalib rela berkorban demi cintanya pada Agama dan kekasihnya Muhammad ketika menggantikan Muhammad di tempat tidur, atau perjuangan Abu Bakar menahan sakit digigit Ular ketika Muhammad tidur di pangkuannya di gua Hira, atau betapa majunya Amerika sekarang dengan segala prestasi teknologi yang dimilikinya.
Yang terpenting itu, didalam Al-Quran tidak pernah mengisahkan sebuah fiksi. Kebanyakan  berisi sejarah Nabi-nabi terdahulu atau sejarah orang-orang pilihan lainny. Sehingga Muhammad dan para Sahabat belajar menata kehidupan dan pemerintahan dari Al-Quran. Bukan seperti soeharto dengan negeri wayangnya atau soekarno dengan negeri bayangannya.
Tidak ada masalah dengan membaca novel atau fiksi,,tapi tetap saja hanya dalam konsidi galau seperti yang di katakan Ibnu Khaldun.. J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

PII Wati Sumbar

PII Wati Sumbar
salah satu organisasi yang saya ikuti

di pantai..

di pantai..
bersama iiy,, adik satu-satunya yang paling bisa nglawann

dikampus :D

dikampus :D
ga sadar di foto tapi sebenarnya sadar

hujan

hujan

Publicidad:

Mencipta bagaimana

Otros blogs del grupo:

Pages

twitter. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Aku Pembelajar